DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Pada Sidang Dewan Hisbah Penyerta Muktamar XIV
Di PC Persis
Di PC Persis
Soreang, 8 Agustus 2010 M 27 Sya’ban 1431 H
Tentang:
“MENYALATI JENAZAH MUSLIM YANG MATI DALAM MAKSIAT”
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله الرحمن الرحيم
Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
1. Firman Allah:
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً. الإسراء : 32.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Al-Isra 32).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنْصَابُ وَالأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. المائدة : 90.
Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi
nasib denganpanah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Q.s.
Al-Maidah 90).
2. Hadis-hadis Nabi Saw.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: لاَ يَزْنِى الزَّانِى حِينَ يَزْنِى وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلاَ يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلاَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ. رواه مسلم
Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Seorang pezina
tidak akan zina ketika dia berzina dalam keadaan mukmin, dan seorang pencuri
tidak akan mencuri ketika mencuri dalam keadaan mukmin, dan tidak akan meminum
khamar ketika meminumnya dalam keadaan mukmin.” (H.r. Muslim)
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ أَنَّ رَجُلاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تُوُفِّىَ يَوْمَ خَيْبَرَ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ ». فَتَغَيَّرَتْ وُجُوهُ النَّاسِ لِذَلِكَ فَقَالَ « إِنَّ صَاحِبَكُمْ غَلَّ فِى سَبِيلِ اللهِ ». فَفَتَّشْنَا مَتَاعَهُ فَوَجَدْنَا خَرَزًا مِنْ خَرَزِ يَهُودَ لاَ يُسَاوِى دِرْهَمَيْنِ. رواه ابو داود
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa
seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw wafat pada hari Khaibar, lalu mereka
menerangkan hal itu kepada Rasulullah saw. maka beliau bersabda, ‘Salatilah
sahabatmu itu.’ Berubahlah muka orang-orang dengan sebab itu, lalu beliau
bersabda, ‘Sesungguhnya sahabatmu itu telah berhianat di jalan Allah.’ Kemudian
kami menggeledah harta bendanya maka kami mendapatkan marzan dari Marzan Yahudi
yang tidak sampai dua diram nilainya.” (H.r. Abu Daud)
MENDENGAR:
- Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah K.H.Usman Shalehuddin
- Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis K.H. Dr. Maman Abdurrahman. MA
- Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh: K.H. Prof. Dr. Maman Abdurrahman MA.
- Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas
MENIMBANG:
- Sering terjadi seorang muslim meninggal ketika sedang melakukan dosa besar.
- Banyak umat yang bertanya tentang hukum alat jenazah terhadap muslim yang mati dalam keadaan maksiat dosa besar.
- Masih belum didapatkan kesepakatan tentang hukum salat jenazah terhadap muslim yang mati dalam keadaan maksiat dosa besar.
- Perlu adanya kejelasan dan ketegasan hukum agar umat mempunyai pegangan dalam masalah tersebut.
Dengan demikian Dewan Hisbah Persatuan
Islam
MENGISTINBATH :
- Orang yang mati dalam kekafiran haram disalati.
- Muslim yang mati dalam keadaan maksiat dosa besar tetap disalati.
- Sebagai sanksi moral, para ulama dan tokoh masyarakat agar tidak menyalati orang yang mati dalam keadaan berbuat dosa besar.
Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut denganmakalah
terlampir.
الله يأخذ بأيدينا الى ما فيه خير للإسلام و المسلمين
Bandung, 8 Agustus 2010 M 27 Sya’ban 1431
H
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
Ketua Sekretaris
K.H. USMAN SHALEHUDDIN K.H. WAWAN SHOFWAN Sh
NIAT: 05536 NIAT: 30400
NIAT: 05536 NIAT: 30400

Tidak ada komentar:
Posting Komentar